Senin, 31 Januari 2011

Penipu di Jejaring Sosial Pakai Umpan Baru

Phisher terus menggunakan umpan baru dan berbeda yang semuanya memiliki tujuan sama.
VIVAnews - Menurut laporan terakhir Spam Report bulanan yang dirilis Symantec, dalam beberapa bulan belakangan, muncul tren situs penipuan (phising) yang memalsukan merek-merek jejaring sosial.
Dalam upayanya untuk mengelabui pengguna, penipu menggunakan banyak taktik dan umpan baru. Tujuannya agar dapat mengelabui pengguna sehingga mereka memberikan informasi pribadi mereka.
“Salah satu contohnya adalah website phishing dengan nama “Webcam” dan yang menyediakan gambar webcam di halaman phishing-nya,” sebut Symantec dalam laporannya, 31 Januari 2010.
Di sini, situs itu memberi kesan bahwa mereka menyediakan fasilitas webcam untuk pengguna agar dapat berinteraksi satu sama lain di jejaring sosial. Padahal, situs aslinya sebenarnya tidak menyediakan fasilitas itu.
Metode kedua, kata Symantec, penipu memanfaatkan pornografi sebagai umpan untuk mencuri data pribadi pengguna. Caranya, website phishing itu mengklaim bahwa situs jejaring sosial tertentu telah mengeluarkan edisi baru untuk pengguna dewasa.
“Jejaring sosial edisi ‘baru’ tersebut mengesankan bahwa pengguna dapat melihat video dewasa dari skandal-skandal terkenal yang diambil dari kamera tersembunyi,” kata Symantec. “Lebih lanjut, situs phisihing itu mengklaim bahwa pengguna juga bisa berinteraksi dan bergabung dalam chatting khusus dewasa,” sebut Symantec.
Pada metode penipuan ini, situs penipu menyatakan bahwa pengguna bisa mengetahui berita terbaru mengenai skandal-skandal aktris terkenal. Situs juga berisi gambar porno. Tampilan dan nuansa situs dibuat untuk meningkatkan daya tarik pornografi tersebut.

Metode ketiga, umpan yang digunakan adalah penawaran palsu berupa software untuk meng-hack (hacking software). Website penipu yang menggunakan metode ini menyediakan konten yang sudah dimodifikasi sehingga mirip seperti versi alternatif dari sebuah jejaring sosial yang ditujukan untuk hacker profesional.
“Phisher terus menggunakan bentuk-bentuk umpan baru dan berbeda yang semuanya memiliki tujuan yang sama. Membuat pengguna yakin bahwa mereka akan mendapatkan manfaat jika memberikan informasi dan login ke situs yang mereka buat,” sebut Symantec.
Namun demikian, Symantec menyebutkan, tentu saja jika pengguna menjadi korban dari penipuan itu, phisher akan berhasil mencuri informasi rahasia mereka untuk pencurian identitas.
Readmore..

Bookmark and Share

Kamis, 27 Januari 2011

Google Ceo | Ceo Facebook | Ceo Of Youtube

Google Ceo | Ceo Facebook | Ceo Of Youtube

CEO Google Mundur




 
Eric Schmidt, mantan Chief Executive Google

Eric Schmidt, yang bergabung dengan Google sejak tahun 2001, resmi mengundurkan diri sebagai CEO (chief executive officer) di raksasa perusahaan internet asal Mountain, California itu.
Larry Page, salah satu pendiri Google, akan menggantikan posisi Schmidt sebagai CEO. Ia tengah mempersiapkan diri untuk memimpin Google ke era baru dari mobile dan komputasi awan.
“Ketika saya bergabung dengan Google di tahun 2001, saya tidak pernah membayangkan, bahkan dalam mimpi terliar saya, kami akan sejauh ini, bahkan sampai titik ini. Seluruh unit bisnis kami -layar, Android, YouTube, dan Chrome- di atas angin,” tulis Schmidt dalam blog resmi Google, Jumat 21 Januari 2011.
Schmidt optimis, prospek ke depan masih sangat cerah.
“Sepertinya, Google akan terus tumbuh. Dan, untuk mengelola perusahaan ini akan jauh lebih sulit. Jadi Larry, Sergey, dan saya sejak lama telah membicarakan tentang bagaimana cara terbaik untuk menyederhanakan struktur manajemen perusahaan dan selama liburan (akhir tahun) kami memutuskan bahwa sekaranglah waktu yang tepat untuk membuat beberapa perubahan,” ucapnya.
Ke depan, Larry bertanggung jawab dalam hal pengembangan produk dan strategi teknologi. Sedangkan Sergey akan fokus pada proyek-proyek strategis. Lantas kemana perginya Schmidt?
Mantan CEO itu diperkirakan akan tetap berada di lingkungan Google sebagai Executive Chairman dan menghabiskan waktunya dengan perjanjian, kemitraan, hubungan pelanggan dan mitra bisnis yang lebih luas, dan menjangkau pemerintah.
Readmore..

Bookmark and Share

Selasa, 25 Januari 2011

perempuan lebih dominan d internet

 
Perempuan Lebih Dominan di Internet?

Perempuan semakin banyak yang menggunakan internet. Tidak diragukan lagi perempuan makin menyukai dunia internet seiring semakin majunya dunia internet itu sendiri dan teknologi untuk mendapatkannya. Pada tahun 2010, 46 pengguna pengguna internet di seluruh dunia adalah wanita. Angka ini tidak berbeda jauh dengan kaum pria.
Bahkan tahun ini dengan makin majunya social media seperti Facebook, angka kepesertaan perempuan dalam menggunakan internet dipercaya akan semakin naik. Data terakhir menunjukkan perempuan terutama di social media melebihi jumlah laki-laki, bahkan yang paling banyak mengakses social media dengan ponsel adalah perempuan.
Jumlah 46 persen pengguna internet perempuan tersebut tersebar di berbagai kawasan dengan persentase yang berbeda-beda. Di Asia Pasifik, 42,4% pengguna internet adalah perempuan, sedangkan di Eropa angkanya mencapai 47%. Di Amerika Utara dan Amerika Latin kepesertaan perempuan berada di angka 50,4% dan 48,1%. Lebih jauh negara-negara seperti Singapura, Amerika Serikat, Kanada, dan Selandia Baru memiliki pengguna internet perempuan yang lebih banyak dibandingkan laki-laki.
Namun di Indonesia dan India, pengguna internet perempuan masih sangat sedikit di tahun 2010 yang lalu (sekitar bulan Juni), yaitu hanya 35% di Indonesia dan 28% di India. Namun demikian saya percaya di tahun 2011 ini angka ini akan naik sangat signifikan karena sekarang Indonesia merupakan pengguna Facebook terbesar kedua di dunia dan India merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan pengguna Facebook tertinggi di tahun 2010 yang lalu.
Dari statistik yang dirilis oleh Comscore.com diperoleh bahwa perempuan menghabiskan waktu lebih banyak di internet dibandingkan dengan laki-laki, yaitu rata-rata 24,8 jam untuk perempuan dan 22,9 jam untuk laki-laki. Tentu menjadi hal yang menarik untuk diketahui apa saja yang dikerjakan perempuan ketika sedang berinternet tersebut dan apa pula yang dilakukan laki-laki. Apa yang mereka lakukan? Apakah chatting, mencari dokumen, mengirim e-mail atau sekadar browsing yang tak jelas tujuannya?
Dari hasil statistik dari 40 negara di dunia di tahun 2010 yang lalu, ternyata apa yang menjadi favorit perempuan dan laki-laki sewaktu berselancar atau menggunakan internet berbeda. Dari data tersebut, 16,3 % perempuan menggunakan waktu di internet untuk ber-social networking, sedangkan laki-laki hanya 11,7 %. Indeks yang ada di samping angka persentase tersebut di atas menunjukkan besarnya waktu yang digunakan, dengan semakin besar indeks, waktu yang digunakan untuk suatu kegiatan tertentu dalam berinternet semakin besar.
Data tersebut juga memperlihatkan bahwa dalam tiga kategori yang bisa dimasukkan ke social media, yaitu social networking, instant messengers, dan email, perempuan mengungguli laki-laki. Ketiga kegiatan ini menghabiskan waktu lebih dari 35% waktu yang digunakan perempuan dalam berinternet. Bahkan di Amerika Utara, 9 dari 10 perempuan yang menggunakan internet mengunjungi social media, sebuah angka yang sangat tinggi.
Sementara kaum laki-laki lebih tertarik kepada kegiatan mencari direktori atau sumber (mungkin men-download film, lagu, buku dan video), pelelangan, dan bisnis. Bila kita tinjau lebih jauh apa yang menjadi hal yang penting bagi perempuan dan laki-laki dalam berinternet dapat kita lihat bahwa kebanyakan topik yang banyak menarik perhatian perempuan di internet tidak jauh dari yang disukai oleh perempuan umumnya seperti parfum, bunga, Gifts and Greetings, dan hewan peliharaan. Bagi laki-laki lebih menyukai community-food, family and parenting, apparel dan seterusnya.
Bila dilihat apa saja yang dibeli oleh laki-laki dan perempuan, terutama di Amerika Serikat, hal ini kembali menegaskan bahwa perempuan memang sangat suka dengan keperempuannya sehingga membeli barang yang tidak jauh-jauh dari hal tersebut. Kebanyakan perempuan AS (71%) membeli apparel and accessories, sedangkan laki-laki hanya 29%.
Jika dilihat dalam satu situs tertentu seperti Twitter, laki-laki lebih condong untuk men-tweet, tweet yang ia buat sendiri, sedangkan perempuan menggunakan Twitter untuk men-follow selebritis dan menemukan penawaran dari suatu produk serta menjadikan Twitter sebagai media percakapan.
Jelas sudah, walau sama-sama mengakses internet, ternyata perempuan dan laki-laki memiliki selera yang berbeda dalam menentukan konten apa yang menarik bagi sebagian besar mereka. Perempuan memang lebih suka bersosialisasi, membeli dan mengikuti topik yang erat hubungannya dengan kaum perempuan, sedangkan laki-laki lebih kepada pengetahuan, berita, forum dan membeli barang yang dekat dengan karakteristik mereka seperti komputer dan gadget.
Dengan mengetahui kecederungan pemakain internet perempuan dan laki-laki ini, bagi pemasar yang aktif dan pandai akan memanfaatkan peluang ini dengan menawarkan berbagai produk yang disukai masing-masing gender tersebut. Dengan kecenderungan makin populernya social media dan semakin banyaknya perempuan yang menggunakannya, pemasar hendaknya juga menggunakan media ini untuk mendekati perempuan dan mengenalkan produk kepada mereka secara lebih personal.(KOMPASIANA/Kimi Raikko)
Readmore..

Bookmark and Share

Kamis, 20 Januari 2011

Gmail

Kini Bisa Mengembalikan Kontak Yang Telah Dihapus Pada Gmail

gmailrestore_contacts1.png
Google sekarang memungkinkan pengguna Gmail membalikkan setiap perubahan yang mereka telah dibuat untuk kontak mereka selama periode 30-hari.

Ini berarti apabila anda telah menghapus salah satu kontak dalam gmail anda dan sebelum 30 hari anda menyesalinya atau membutuhkannya, anda hanya tinggal masuk ke akun gmail anda dan me-restore kembali kontak yang anda inginkan tersebut dengan catatan waktu penghapusannya tidah lebih dari 30 hari.

Ini mungkin hanya sebuah perubahan kecil, tetapi ini mempersempit kesalahan user baik yang disengaja ataupun yang tidak disengaja.

Fitur baru ini juga akan berguna jika Anda mencoba untuk beralih perangkat dan mensinkronkan kontak tapi akhirnya sengaja menghapus informasi kontak dari account Gmail Anda.

Untuk mencoba fitur terbaru ini, anda perikasa ke bagian Kontak Gmail dan klik pada menu "More Actions". Dari sana, Anda dapat memilih "Restore contacts" Bila Anda melakukannya, Anda akan melihat kotak dialog yang berisikan pilihan waktu yang anda inginkan untuk di-restore, disana ada tombol pilhan apakah anda akan me-restore kontak yang ada 10 menit lalu, 1 jam lalu, kemarin, 1 minggu yang lalu ataupun secara Custom, pada menu custom inilah anda dapat mengetikkan waktu yang akan di-restore kontaknya dengan catatan tidak bisa lebih dari 30 hari kebelakang.

Bila Anda memilih jangka waktu, semua kontak Gmail Anda akan dikembalikan persis seperti yang ada pada waktu itu. Setiap kontak baru Anda telah menambahkan sejak saat itu tidak akan ada, dan setiap kontak yang telah dihapus akan kembali lagi. Anda juga dapat membatalkan restorasi kontak.

Nah, dengan adanya fitur ini memungkinkan pengguna gmail lebih nyaman dan mengurangi adanya hal-hal yang tidak diinginkan secara sengaja ataupun tidak sengaja.
Readmore..

Bookmark and Share

Selasa, 18 Januari 2011

Mozilla 3 | FireFox 3 | Google Mozilla FireFox

Mozilla 3 | FireFox 3 | Google Mozilla FireFox
Mozilla Meluncurkan F1, Cara Baru Untuk Berbagi Link

f1.jpg
Untuk webmaster dan web surfer sama, melihat deretan setengah lusin tombol "Share This" di atas atau di bawah setiap bagian konten web dapat secara visual mengganggu dan secara eksistensial membingungkan.

Banyak perusahaan membangun yang bekerja untuk masalah desain interaksi umum di era digital ini, dan Mozilla baru saja berkecimpung kedalam masalah ini dengan membuat aplikasi mozilla ekstension yang bernama F1.

F1 memberikan pengguna sebuah frame all-in-one di atas konten yang mereka lihat. Setelah account Anda terhubung, Anda cukup klik ikon F1 kecil di toolbar untuk berbagi halaman yang sedang Anda lihat dengan teman-teman di Facebook , Twitter dan Gmail.

Dalam arti kedepannya, jika setiap pengguna web adalah pengguna Firefox F1, pemilik web tidak perlu menaruh tombol share pada setiap halaman website mereka, dan pengguna tidak perlu untuk login terlebih dahulu ke akun jejaring sosial mereka untuk membagi halaman web, seperti metode berbagi halaman sekarang ini. Berbagi akan lebih aman, sederhana dan jauh lebih mudah daripada cara berbagi halaman web yang kbanyakan sekarang digunakan.
Readmore..

Bookmark and Share

Senin, 17 Januari 2011

Kilas Balik

Readmore..

Bookmark and Share

Sabtu, 15 Januari 2011

Internet Jadi Sumber Informasi Utama Ketimbang Televisi

Internet Jadi Sumber Informasi Utama Ketimbang Televisi

shieldforme.com
Internet telah menyalip televisi sebagai media penyebar informasi pertama ke seluruh dunia. Berdasarkan laporan Pew Research Center, orang yang berusia 18 sampai 29 tahun menjadikan internet sebagai referensi berita pertama ketimbang menonton televisi.

Pada tahun lalu, sebanyak 65 persen dari 1.500 anak muda di Amerika yang berusia kurang dari 30 tahun memilih mengakses internet untuk mendapatkan berita terbaru. Jumlah ini lebih besar dua kali lipat ketimbang pada tahun 2007.

Adapun orang muda yang menggantungkan informasi pada televisi turun dari 68 persen menjadi 52 persen. Jenis informasi yang diakses melalui internet sebagian besar adalah berita nasional dan internasional.

Sementara itu, 40 persen dari mereka yang berusia 30 sampai 59 tahun juga ikut menggunakan internet untuk mendapatkan informasi. Padahal tahun 2007, jumlah penikmat berita televisi untuk usia itu sebesar 32 persen.

Bagi orang yang sudah berumur, yakni 51 sampai 64 tahun, televisi masih menjadi sumber utama untuk mendapatkan berita.

Menurut Pew Research Center, meningkatnya pengguna layanan internet tak lepas dari gandrungnya para kaum muda terhadap situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Selain itu, terjadi pergeseran budaya pemirsa televisi yang lebih memilih tayangan streaming di web ketimbang menonton televisi.

Lagipula membanjirnya produk televisi yang bisa langsung terkoneksi ke internet membuat siaran televisi lambat laun semakin ditinggalkan.
Readmore..

Bookmark and Share

visitor

eXTReMe Tracker